Saka Bhayangkara, adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat dan mengembangkan bakat serta pengalaman para Pramuka Penegak dan Pandega dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang ke Bhayangkaraan sehingga mereka menjadi anggota masyarakat yang baik, peduli terhadap keamanan, ketertiban masyarakat di lingkungan baik local, nasional maupun internasional.

Bhayangkara berarti penjaga, pengawal, pengaman, atau pelindung keselamatan bangsa dan negara. Kebhayangkaraan adalah kegiatan yang berkaitan dengan pertahan dan keamanan negara dalam rangka menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan melindunginya terhadap setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negeri.

Saka Bhayangkara beranggotakan sedikitnya 10 orang dan sebanyak-banyaknya 40 orang dan sedikitnya terdiri atas 2 krida tertentu, yang masing-masing beranggotakan 5 hingga 10 orang terdiri dari Pramuka Penegak dan Pandega. Saka Bhayangkara terdiri atas 5 krida yaitu :

1. Krida Pengamanan Lingkungan
2. Krida Pengamanan Lalu Lintas
3. Krida TPTK (Tindakan Pertama di Tempat Kejadian)
4. Krida SAR (Search And Rescue)
5. Krida Pemadam Kebakaran
Saka Bhayangkara putra dibina oleh pamong saka putra, dan Saka Bhayangkara putri dibina oleh pamong saka putri, serta masing-masing dibantu oleh beberapa instruktur. Jumlah pamong saka ditiap-tiap saka disesuaikan dengan keadaan, sedangkan jumlah instruktur disesuaikan dengan kebutuhan/lingkup kegiatannya .Pengurus Saka Bhayangkara disebut dewan saka terdiri atas, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan beberapa orang anggota, yang dipilih diantara para pemimpin krida dan wakit pemimpin krida. Tiap krida dipimpin oleh seorang Pemimpin Krida, dibantu seorang Wakil Pemimpin Krida. Saka Bhayangkara dibina dan dikendalikan oleh kwartir ranting/cabang dibantu oleh Dewan Kerja Penegak dan Pandega tingkat ranting/cabang.Masa bakti pengurus Saka Bhayangkara adalah dua tahun.

Bentuk serta Macam Kegiatan

a. Latihan Saka Bhayangkara secara berkala yang dilaksanakan di luar latihan gugus depan. Latihan berkala ini diadakan ditingkat ranting/ cabang dilaksanakan oleh dewan Saka Bhayngkara yang didampingi oleh Pamong Saka serta Instruktur Saka.

b. Kegiatan berkala yang dilaksanakan dalam menghadapi kejadian- kejadian penting tertentu, misalnya Hari Besar Nasional, Hari Pramuka, Hari Bhayangkara serta lain sebagainya. Diadakan setingkat Ranting, Cabang, Daerah disesuaikan dengan kepentingannya. Lomba dalam rangka HUT Bhayangkara hasil seleksi setiap daerah ataupun Polda satu orang Pramuka Saka Bhayangkara Putri serta satu orang Saka Bhayangkara Putra dipersiapkan untuk mengikuti lomba Saka Bhayangkara tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Panitia HUT Bhayangkara Tingkat Mabes Polri.

c. Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara disingkat Pertikara disebut juga dengan PERSABRAHA( Perkemahan Saka Bhayngkara), ialah perkemahan yang diikuti oleh anggota Saka Bhayangkara serta diisi oleh kegiatan- kegiatan lainnyadalam rangka ikut dan bertanggung jawab memelihara, membina, menciptakan serta mengembangkan suasana aman serta tertib dikalangan masyarakat sesuai dengan bekal pengetahuan serta keahlian yang terdapat pada dirinya, misalnya kegiatan penanganan permasalahan pencurian, musibah lalu lintas, musibah alam, Siskamling serta lain sebagainya dengan melibatkan masyarakat setempat khususnya kalangan muda. Kegiatan Pertikara diadakan ditingkat Ranting, Cabang, Daerah serta Nasionaldilaksanakan sekurang- kurangnya sekali masa Bhakti Kwartir yang bersangkutan.

d. Lomba Saka Bhayangkara yang disingkat dengan LOKABRAHA ialah kegitan lomba yang diikuti oleh para anggota Saka Bhayangkara dalam rangka memperagakan kemampuan pengetahuan keterampilan serta kecakapan anggota. Lokabraha diadakan ditingkat Ranting, Cabng, Daerah serta Nasional dilaksanakan dengan syarat sebagai berikut:

1.Tingkat ranting sekali dalam 3 bulan

2.Tingkat cabang sekali dalam 6 bulan

3.Tingkat daerah sekali dalam satu tahun

4.Tingkat nasinal sekali dalam satu tahun

e.Perkemahan antar Saka yang disingkat dengan PERAN SAKA ialah perkemahan yang pesertanya lebih dari satu macam Saka, misalnya Saka Bhayangkara bersama Saka Dirgantara serta Saka Bhakti Husada, sedapat mungkin diikuti oleh seluruh Saka yang terdapat pada wilayah yang bersangkutan. PERAN SAKA diadakan Tingkat Ranting, Cabang serta Daerah sekurang- kurangnya sekali dalam masa bhakti Kwartir Gerakan Pramuka yang bersangkutan.

Syarat menjadi Anggota Saka

1. Mendapat izin dari orang tua/wali, Kepala Sekolah dan Pembina Gugusdepan
2. Berusia antara 14-25 tahun
3. Memenuhi syarat-syarat khusus yang ditentukan oleh masing-masing Saka (misalnya persyaratan mengenai kesehatan jasmani dan rohani, kemampuan dan kepantasan dsb).
4. Bersedia untuk berperan aktif dalam segala kegiatan Saka.
5. Bersedia dengan sukarela mendarmabaktikan dirinya kepada masyarakat, dimanapun, serta setiap saat bila diperlukan.
6. Seorang Pramuka dapat pindah dari satu bidang ke Saka lainnya bila telah mendapatkan sedikitnya 3 (tiga) buah TKK dan sedikitnya telah berlatih selama 6 (enam) bulan pada Saka tersebut.

LAMBANG

Lambang Saka Bhayangkara berbentuk segi lima beraturan dengan panjang masing-masing sisi 5 cm. Gambar lambang kepolisian republik indonesia, terdiri atas :

1. Perisai dengan bentuk segi lima, bentuk segi lima melambangkan falsafah pancasila
2. Bintang tiga, melambangkan tribata dan catur prasetya sebagai kode etik Kepolisian Negara RI
3. Obor, melambangkan sumber terang sejati
4. Gambar lambang Gerakan Pramuka, berupa dua buah tunas kelapa dan simetris, tunas kelapa menggambarkan Lambang Gerakan Pramuka dengan segal arti kiasannya
5.Tulisan dengan huruf besar yang berbunyi Saka Bhayangkara

Warna

a. Warna dasar lambang Saka Bhayangkara merah
b. Warna dasar perisai bagian atas kuning dan bagian bawah hitam
c. Warna tunas kelapa kuning tua
d. Warna obor :
1) Nyala api merah
2) Tangkai obor bagian bawah putih
3) Tangkai obor bagian atas hitam dan ditengahnya ada garis putih
e. Warna tiga bintang kuning tua
f. Warna tulisan hitam
g. Warna bingkai hitam dan lebar bingkai 0,5 cm
Keseluruhan lambang Saka Bhayangkara itu mencerminkan sikap laku dan dan perbuatan anggota Saka Bhayangkara yang aktif berperan serta membantu usaha memelihara dan membina tertib hukum dan ketentraman masyarakat, guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat, yang mampu menunjang keberhasilan pembangunan, serta mampu menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Lambang Saka Bhayangkara digunakan antara lain untuk lencana Saka Bhayangkara yang digunakan oleh anggota Dewan Saka, Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida, Instruktur, Pamong Saka dan Pimpinan Saka Bhayangkara pada waktu mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara.
KRIDA DAN SKK SAKA BHAYANGAKARA
1. Saka Bhayangkara meliputi 4 (empat) krida, yaitu :
  1. Krida Ketertiban Masyarakat
  2. Krida Lalu Lintas
  3. Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana
  4. Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPKP)
2. Krida Ketertiban Masyarakat, terdiri atas 4 SKK
  1. SKK Pengamanan Lingkungan Pemukiman
  2. SKK Pengamanan Lingkungan Kerja
  3. SKK Pengamanan Lingkungan Sekolah
  4. SKK Pengamanan Hukum
3. Krida Lalu Lintas, terdiri atas 3 SKK :
  1. SKK Pengetahuan Perundang-undangan/Peraturan Lalu Lintas
  2. SKK Pengaturan Lalu Lintas
  3. SKK Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas
4. Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, mempunyai 5 SKK :
  1. SKK Pencegahan Kebakaran
  2. SKK Pemadam Kebakaran
  3. SKK Rehabilitasi Korban Kebakaran
  4. SKK Pengenalan Kerawanan Kebakaran
  5. SKK Pncurian
  6. SKK Penyelamatan
  7. SKK Pengenalan Satwa
5. Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPKP), mempunyai 5 SKK :
  1. SKK Pengenalan Sidik Jari
  2. SKK Tulisan Tangan dan Tanda Tangan
  3. SKK Narkotika dan Obat-Obatan
  4. SKK Uang Palsu
  5. SKK Pengamanan Tempat Kejadian Perkara