Pengertian Saka Dirgantara

Gerakan Pramuka dibentuk dengan tujuan agar kaum muda yang memiliki iman, takwa, watak, kepribadian, akhlak mulia dan kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, mewujudkan masyarakat madani, melestarikan lingkungan hidup, dan menjaga perdamaian dunia. Berfungsi sebagai menumbuhkembangkan tunas bangsa menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta mampu membangun dunia yang lebih baik.

Dan salah satu upaya untuk membentuk tunas tunas bangsa dan membentuk kader  yang dapat mendayagunakan kedirgantaraan untuk bangsa yaitu dengan membekali pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kedirgantaraan yang merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Gerakan Pramuka merupakan  organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan perlu mendidik dan melatih anggotanya supaya tumbuh kecintaan terhadap kedirgantaraan. Menumbuhkan cinta kedirgantaraan ini perlu dibina sejak dari Pramuka Siaga dan Penggalang. Dan untuk Pramuka Penegak dan Pandega perlu diberikan bimbingan dan pembinaan yang sesuai dengan minatnya untuk menjadi salahsatu anggota Satuan Karya Pramuka tanpa  harus meninggalkan gugusdepannya.

Satuan Karya Dirgantara merupakan wadah kegiatan khusus terutama Pramuka Penegak dan Pandega. Satuan Karya Dirgantara merupakan wadah tempat kegiatan guna untuk memupuk, mengembangkan, membina, dan mengarahkan minat dan bakat kaum muda terhadap kedirgantaraan.

Satuan Karya Pramuka atau disingkat SAKA merupakan  wadah pendidikan dan pembinaan  guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan menambah pegalaman, para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan. Dirgantara adalah ruang udara terbentang luas di atas permukaan bumi sampai batas yang tak terhingga. Kedirgantaraan merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan dirgantara (dalam kedudukannya sebagai suatu ruang di alam semesta) serta usaha kegiatan umat manusia dalam rangka pendayagunaan dirgantara bagi kepentingan bangsa Indonesia.

Saka Dirgantara merupakan wadah pembinaan pembinaan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan yang berguna untuk diri pribadi, keluarga, dan lingkungan serta dapat dikembangkan menjadi lapangan pekerjaan. Anggota Saka Dirgantara meliputi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putra dan Putri dengan rentan usia 16 – 25 tahun yang aktif di gugusdepannya masing masing.

Sebutan dan arti yang ada di Saka Dirgantara

Pamong Saka Dirgantara merupakan anggota Pramuka dewasa berkualifikasi Pembina Mahir yang bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan Saka Dirgantara.

Instruktur Saka Dirgantara merupakan anggota Gerakan Pramuka atau seseorang yang karena kemampuan dan keahliannya di bidang kedirgantaraan menyumbangkan tenaga dan kemampuannya untuk membantu Pamong Saka.

Pimpinan ( PINSAKA ) Saka Dirgantara adalah badan kelengkapan kwartir yang bertugas memberi bimbingan organisatoris dan teknis kepada Saka Dirgantara serta memberikan bantuan fasilitas dan dukungan lainnya.

Majelis Pembimbing ( MABI ) Saka Dirgantara adalah suatu badan yang terdiri atas pejabat instansi pemerintah dan tokoh masyarakat yang memberi dukungan dan bantuan moral, materiil, finansial untuk pendidikan dan pembinaan Saka Dirgantara.

Dewan Saka Dirgantara adalah badan yang dibentuk oleh anggota Saka Dirgantara, beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang bertugas untuk merencanakan dan memimpin pelaksanaan kegiatan Saka Dirgantara sehari-harinya.

Krida merupakan satuan terkecil yang ada pada Saka, sebagai wadah kegiatan keterampilan, pengetahuan dan teknologi tertentu.

Pemimpin Krida merupakan seseorang yang berasal dari anggota Saka yang dipilih oleh seluruh anggota krida.

Tiga Krida Saka Dirgantara

  1. Krida Olahraga Kedirgantaraan
  2. Krida Pengetahuan Kedirgantaraan
  3. Krida Jasa Kedirgataraan

Dalam setiap krida dipimpin oleh masing masing Pimpinan Krida dan Wakil Pimpinan Krida. Anggota putra dan putri dihimpun dalam satuan terpisah, untuk putra dibina oleh Pamong Saka putra dan putri dibina oleh Pamong Saka putri. Anggota dalam masing masing krida paling banyak berjumlah sepuluh ( 10 ) orang. Jika lebih dari sepuluh maka dapat diberi tambahan nomor urut dibelakang nama krida masing masing. Dewan Saka dipilih dari Pimpina Krida, Wakil Pimpinan Krida dan beberapa anggota Saka.

Syarat Anggota Saka Dirgantara

Berikut merupakan syarat anggota Saka:

  1. Pramuka Penegak Bantara, Penegak Laksana dan Pandega dari gudep.
  2. Mendapat izin dari orangtua/wali dan Ketua gudepnya.
  3. Memenuhi syarat-syarat khusus yang ditentukan oleh masingmasing Saka, (misalnya persyaratan mengenai kesehatan jasmani dan jiwa, kemampuan, kepantesan dan sebagainya).
  4. Bersedia untuk berperan aktif dalam segala kegiatan saka.
  5. Bersedia dengan sukarela mendarmabaktikan dirinya kepada masyarakat , dimanapun setiap saat bila diperlukan.
  6. Calon Penegak dan Pandega dapat mengikuti kegiatan Saka atas ijin Ketua Gudep sebagai calon anggota. Dalam jangka waktu 6 (enam) bulan yang bersangkutan harus sudah dilantik sebagai Penegak Bantara atau Pandega. Apabila dalam waktu tersebut belum juga dilantik tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan.
  7. Pemuda yang berusia antara 16 sampai 25 tahun, dapat menjadi anggota Saka Dirgantara dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah menjadianggota Saka Dirgantara wajib menjadi anggota gugusdepan Gerakan Pramuka dan selanjutnya menempuh Syarat Kecakapan Umum dan dilantik sesuai dengan golongan keanggotaannya.
  8. Seorang Pramuka dapat pindah dari satu bidang Saka ke Saka lainnya bila telah mendapatkan sedikitnya 3 (tiga) buah TKK dan sedikitnya telah berlatih selama 6 (enam) bulan pada Saka tersebut.

Lambang dan Arti Kiasan

Lambang Saka Dirgantara

Lambang Saka Dirgantara

Lambang

  1. Bentuk Lambang Saka Dirgantara berbentuk segilima beraturan dengan panjang sisi masing-masing 5 cm. Bentuk segi lima berarti falsafah Pancasila.
  2. Isi

1) Gambar pesawat terbang dan roket.

2) Gambar tunas kelapa.

3) Tulisan SAKA DIRGANTARA dengan huruf kapital.

  1. Warna

1) Warna dasar lambang Saka Dirgantara: jingga. Warna jingga berarti kemauan mewujudkan cipta dan karsa.

2) Gambar pesawat: putih, kuning dan abu-abu diatas dasar hitam. Warna putih berarti penerapan teknologi maju.

3) Gambar tunas kelapa: hitam atas dasar kuning. Warna hitam berarti wawasan antariksa. Lambang Tunas Kelapa berarti keberadaan setiap anggota Pramuka dalam ikut serta melaksanakan pembangunan kedirgantaraan.

4) Tulisan “ SAKA DIRGANTARA “: hitam.

5) Gas pancar: merah.

Arti warna

1) Jingga melambangkan kecintaan.

2) Putih melambangkan kesucian.

3) Kuning melambangkan ceria.

4) Abu-abu melambangkan keanggunan.

5) Hitam melambangkan kedewasaan.

6) Merah melambangkan keberanian berkarya.

Pemakaian

1) Tanda/lambang Saka Dirgantara yang terbuat dari kain dipakai pada lengan baju sebelah kiri, kira-kira 3 cm di bawah jahitan pundak baju.

2) Tanda/lambang Saka Dirgantara diberikan kepada seorang anggota yang telah memenuhi syarat-syarat : a) Telah terdaftar sebagai anggota Saka Dirgantara disatuannya. b) Telah menunjukkan kegiatan yang baik, sedikitnya 4 kali latihan secara berturut-turut.

3) Tanda/lambang Saka Dirgantara hanya dipakai pada saat mengikuti kegiatan Saka.

Bentuk Kegiatan Saka Dirgantara

  1. Latihan rutin Saka Dirgantara.
  2. Kegiatan kegiatan berkala seperti pameran, lomba, dari ulang tahun Saka Dirgantara.
  3. Perti Saka ( Perkemahan Bakti Saka Dirgantara ).
  4. Peran Saka ( Perkemahan Antar Saka ).
  5. Persta Karya.