Pengertian Api Unggun

Api Unggun berasal dari dua kata, yaitu: api dan unggun. Kata api mempunyai kesamaan kata dengan agni, geni, bromo, latu. Sedangkan kata unggun adalah onggokan kayu atau timbunan kayu, atau tumpukan kayu. Api Unggun adalah api yang dibuat atau dinyalakan pada unggun (timbunan kayu) agar nyalanya lebih terang dan hangatnya lebih meluas untuk suatu kepentingan.

Sejarah api Unggun

Api Unggun telah lama dikenal orang, sebelum orang mengenal bahan bakar sebangsa minyak, orang menggunakannya untuk penerangan dan alat penghangat dikala dingin. Api yang dipuja-puja dan dikenal oleh orang Yunani Kuno, Babilon, dan Mesir kuno pada hakekatnya adalah api unggun. Demikian pula kebiasaan nenek moyang kita yang “Bediang” itu juga termasuk api unggun dan masih dijalankan di gunung-gunung atau daratan-daratan tinggi, sampai sekarang. Untuk menentuk kapan sejarah api unggun dimulai hal ini merupakan sesuatu yang sangat sulit. Karena dapat dikatakan bahwa sejak orang mengenal api maka saat itulah sejarah api unggun dimulai.

Fungsi api Unggun

Fungsi dari api unggun adalah sebagai berikut:

1. Alat pemanas dikala cuaca dingin.
2. Alat penerang dikala suasana gelap gulita.
3. Alat pengusir binatang buas dari hutan.
4. Alat ketenteraman dan kegembiraan.

Macam-Macam api Unggun

Adapun macam-macam api unggun sebagai berikut:

1. Menurut keperluan dan sifatnya.
a. Api unggun resmi Api unggun yang dipergunakan untuk acara-acara resmi atau hikmat.
b. Api unggun biasa Api unggun untuk keperluan rekreasi sehingga suasan lebih meriah dan gembira

2. Menurut bentuknya.

a. Api unggun asli, Api unggun yang benar-benar dibuat dengan unggu-kan kayu dan diselenggarakan di tempat terbuka.
b. Api unggun tiruan (imitasi),Api unggun yang tidak sebenarnya dibuat dengan unggukan kayu melainkan hanya tiruan belaka. Hal ini dapat berupa lampu, lilin, atau Iistrik yang dipergunakan dalam ruangan.

Syarat-Syarat tempat api Unggun

Untuk menyalakan api unggun harus memperhatikan tempat dengan syarat-syarat sebagai berikut:

1. Tempat yang terbuka cukup luas yang sesuai dengan peserta.
2. Tanah lapang yang cukup kering, sehat, dan permukaannya datar.
3. Suasana sekitar lapangan tidak rimbun.
4. Tempatnya jauh dari kediaman umum agar tidak mengganggu dan terganggu.
5. Terlindung dari angin keras yang akan mengacau asap dan abu api unggun.

Susunan dan Tata Cara Upacara Api Unggun

  1. pembawa acara pramuka putra & putri ” Assalamu alaikum wr.wb, salam sejahtera bagi kita semua dan salam Pramuka”
  2. pembawa acara putra ” dimalam yang hening dan sunyi, kita berkumpul membentuk lingkarang’
  3. pembawa acara putri ” mempererat rasa persaudaraan, agar rasa kasih sayang yang ada tetap terpatri di hati”
  4. pembawa acara putra ” kita sering kehilangan arah, agar kita tak tertusuk panah, maka perlu pemimpin upacara “
  5. pemimpin upacara memasuki arena unggun api.
  6. Pembawa acara putri ” kapal sudah terhambat di dermaga makna, lalu kita  lempar sauh agar mudah tuk berlabuh “
  7. pembawa acara putra “kami taakan bisa hidup sendiri, kami bisa berbuat untuk gerakan pramuka , taakan sempurna bila kami tak dibantu oleh kakak pembina “
  8. pembawa acara putri ” jemputlah kakak yang telah banyak membantu kita, untuk hadir ditengah – tengah kita, agar kita tenang dalam melakukan kegiatan “
  9. pemimpin upacara ” pemimpin upacara memjemput kakak pembina, kakak pembina menempatkan diri di tempat yang telah ditentukan.”
  10. pembawa acara putra ” malam ini kita berkumpul untuk melaksanakan upacara unggun api.”
  11. pembawa acara putri ” yang diawali dengan penghormatan kepada kakak pembina selaku sesepuh upacara oleh pemimpin upacara.”
  12. pemimpin upacara ” memimpin penghormatan kepada sesepuh upacara dan laporan pemimpin upacara.”
  13. pembawa acara putra ” kita terkadang hanya bisa mengucapkan,namun sering kita tak hayati.”
  14. pembawa acara putri”apalagi mengamalkan nilai-nilai yang ada dalam dasa  darma, cobalah renungkan.
  15. pembawa acara putra”bagaimana bisa kita menjadi panutan, sedangkan kita sendiri tak pernah berbuat.”
  16. pembawa acara putri” kita masuk acara pokok unggun api ini, dengan penyalaan obor utama, yang diikuti dengan api-api DASA DARMA.
  17. petugas pembakaran unggun api memasuki arena di tempat yang telah ditentukan.
  18. pembawa acara putra” pembakaran api unggun diawali oleh sesepuh upacara.”
  19. pembawa acara putri”dan dilanjutkan dengan pengucapan moto Gerakan Pramuka.”

PROSESI PEMBAKARAN API UNGGUN

  1. pembawa acara putra” api-api Dasa Darma guguhlah hati kami , agar kami dapat menghayati dan mengamalkan nilai luhur Dasa Darma.”
  2. pembawa acara putri” berilah kami semangat seperti kobaran Dasa Darma.”
  3. pembawa acara putra” api semangat akan membakar, gairah mudamu yang meggebu, tonggak telah terpancang, lanjutkan perjuangan.”
  4. pembawa acara putri”tanpa mengenal putus asa, kita akan mengatur langkah, membuka kata tanpa makna, tuk taklukan dunia fana.”
  5. pembawa acara putra” kakak jangan tinggalkan kami, karena kami bukan lah apa2, banyak yang harus kami lakukan, tapi tanpa bimbingan mu tak ada yang dapat kami perbuat.”
  6. pembawa acara putri”kakak…. kami masih butuh petuahmu yang dapat menggugah kami untuk berbuat, untukitu marilah kita dengarkan amanat sesepuh upacara.
  7. sesepuh upacara : amanat
  8. pembawa acara putra” di kala suka terkadang kami lupa, di kala kami berduka selalu menyebut nama-MU.”
  9. pembawa acara putri” Tuhan bimbinglah kami agar tetap dijalanmu, untuk itu marilah kita panjatkan doa.”
  10. sesepuh upacara : memimpin pembacaan doa.
  11. pembawa acara putra” ada pertemuan ada perpisahan, ada awal ada akhirnya.”
  12. pembawa acara putri”tapi kami ingin akhir dari acara unggun api ini, bukan akhir dari pengabdian kami pada Gerakan Pramuka.”
  13. pembawa acara putra”kita telah melaksanakan acara unggun api, dan untuk menandai berakhirnya acara ini, kita dengarkan laporan pemimpin upacara.”
  14. pemimpin upacara: memasuki arena upacara, laporan dan penghormatan kepada sesepuh upacara.”
  15. pembawa acara putri” kakak sesepuh upacara dapat meninggalkan arena unggun api namun kami masih mengharapkan kehadiran kakak untuk tetap dalam lingkaran persaudaraan, walaupun acara pokok  telah selesai.”
  16. pembawa acara putra &putri” acara penyalaan api unggun telah selesai. semoga Tuhan yang Maha Esa memberikan limpahan taufik dan Hidayah kepada kita semua. Amin ya Rabbal Alamin,
  17. wassalamu Alaikum w.b , salam sejahtera bagi kita semua dan salam Pramuka.”
  18. pemimpin upacara mengistirahatkan peserta upacara.
  19. acara dilanjutkan dengan pentas seni masing2 umpi.