Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan untuk kaum muda. Menyelenggarakan pendidikan kepramukaan untuk kaum muda dengan bimbingan anggota dewasa. Dengan  bertujuan umtuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila dan melestarikan lingkungan hidup.

Untuk itu Gerakan Pramuka menghimpun kaum muda dalam satuan pramuka sesuai dengan golongannya. Salah satunya golongan Pramuka Penegak, Pramuka Penegak berusia 16 sampai dengan 20 tahun. Pembinaan Pramuka Penegak dilakukan atau  penegak dilaksanakan di kwartir, gugus depan, dan satuan karya pramuka, bersendikan Sistem Among, dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Maka dari itu agar terlaksananya pembinaan di kwartir, gugus depan, dan satuan karya pramuka, diperlukan pola pembinaan pramuka penegak beserta mekanismenya.

Tujuan

Tujuan dari pola mekanisme pendidikan pramuka penegak untuk sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pembinaan bagi pramuka penegak dengan sistematis dan terarah dan menyelaraskan pembinaan pramuka penegak.

Pembinaan di dalam Gerakan Pramuka adalah usaha pendidikan yang dilakukan secara terus menerus oleh anggota dewasa terhadap peserta didik, dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, serta Sistem Among yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, perkembangan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Masalah

Dalam pelaksanaan proses pembinaan pramuka penegak dan mekanismenya terdapat beberapa masalah yang menjadi tantangan Gerakan Pramuka, antara lain:

  1. Transisi dari masa remaja ke masa dewasa.
  2. Urbanisasi dan pengangguran.
  3. Situasi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan nasional
  4. Penurunan nilai moral kaum muda.
  5. Perkembangan industrialisasi, teknologi yang tidak terkendali dan menurunnya kualitas lingkungan hidup.
  6. Menurunnya semangat patriotisme dan nasionalisme kaum muda.
  7. Meningkatnya penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras) di kalangan kaum muda.
  8. Minat remaja terhadap Gerakan Pramuka semakin berkurang.

Pendekatan

Untuk mempermudah mengatasi berbagai masalah, dilakukan pendekatan melalui:

  1. Kemitraan dan konsultasi.
  2. Pendidikan yang efektif, efisien, berguna, dan bermanfaat.
  3. Peningkatan kreativitas dan kemampuan berinovasi dalam kegiatan disesuaikan dengan perkembangan lingkungan.

Sasaran Pembinaan

Sasaran pembinaan pramuka penegak diarahkan kepada peningkatan kualitas yang mampu:

  1. Melaksanakan kewajiban agamanya secara teratur.
  2. Menyampaikan rasa syukur dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Menghormati agama dan kepercayaan orang lain.
  4. Menjalin komunikasi yang baik di antara keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
  5. Mengendalikan emosi diri dan emosi orang lain.
  6. Menghargai pendapat orang lain.
  7. Bekerjasama dan berinteraksi dengan orang lain di dalam sebuah kelompok .
  8. Mematuhi aturan kelompok dan sanggup menerima konsekuensinya.
  9. Peduli terhadap orang lain dan lingkungannya.
  10. Menghimpun dan memproses informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah dalam mengambil keputusan.
  11. Berinovasi dan berkreasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kegiatan keterampilan kepramukaan.
  12. Mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya.
  13. Menjaga dan memelihara kesehatan tubuh antara lain dengan berolahraga
  14. Memanfaatkan kemampuan fisiknya.
  15. Menjelaskan perkembangan fisik dan psikologis manusia.

Pembinaan

Wadah pembinaan pramuka penegak meliputi :

  1. Ambalan

Ambalan merupakan suatu wadah atau tempat pramuka penegak yang dihimpun dari beberapa sangga dan dipimpin oleh seorang Pradana dan didampingi oleh Pembina pramuka sebagai penasehat.

  1. Sangga

Sangga nerupakan wadah atau kelompok dengan julah 4 sampai 8 orang pramuka penegak.

  1. Sangga Kerja

Sangga kerja merupakan tempatmelaksanakan suatu tugas atau kegiatan, sangga kerja bersifat sementara sanpai tugas atau kegiatan tersebut telah selesai dilaksanakan.

  1. Satuan Karya Pramuka ( SAKA )

Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah atau tempat pendidikan dan pembinaan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan menambah pengalaman para pramuka penegak dan pandega dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya dalam melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan serta peningkatan ketahanan nasional.

  1. Dewan Kerja

Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega merupakan tempat pembinaan dan pemgembangan pramuka penegak dalam kaderisasi kepemimpinan ditingkat kwartir dengan beranggotakan pramuka Penegak dan Pandega. Kedudukan dewan kerja di kwartir sebagai kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan untuk mengelola kegiatan pramuka penegak dan pandega.

Pelaksanaan Pembinaan

  1. Pembinaan di gugus depan dilaksanakan oleh pembina yang berfungsi sebagai pembimbing, penasehat, motivator dan pengarah ambalan penegak.
  2. Pembinaan di saka dilaksanakan oleh pamong saka yang berfungsi sebagai pembimbing, penasehat, motivator dan pengarah satuan karya pramuka.
  3. Pembinaan di kwartir dilaksanakan oleh pimpinan kwartir yang berfungsi sebagai pembimbing, penasehat, narasumber, pendukung sarana dan prasarana kegiatan, motivator dan konsultan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega.

Materi pembinaan pramuka penegak meliputi pembinaan spiritual, emosional, social, intelektual, dan fisik dengan melalui atau menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum ( SKU ) dan Syarat Kecakapan Khusus ( SKK )

Pramuka Penegak

Pramuka Penegak

Mekanisme Pembinaan

Mekanisme pembinaa pramuka penegak terdiri dari :

Tamu Ambalan, seorang anggota pramuka penggalang yang dipindahlan menjadi pramuka penegak yang berusia 16 sampai 20 tahun. Wajib mengikuti berbagai latihan rutin yang dilaksanakan diambalan dan menyesuaikan diri dengan adat ambalan masing masing. Masa tabuh tamu ambalan paling lama tiga bulan kemudian menjadi calon penegak. Bagi anggota ambalan lainnya diberi kesempatan untuk mengenal dan menilai tamu ambalan tersebut.

Calon Penegak, merupakan tamu ambalan dengan suka rela menyatakan sanggup menaati peraturan dan adat ambalan. Perpindahan dilaksanakan dengan upacara sederhana dan dialog yang mengandung unsur pendidikan bagiu segenap anggota ambalan. Masa tabuh calon penegak sedikitnya enam bulan.

Calon penegak harus menyadari hak dan kewajibannya sebagai berikut:

a) Tidak mempunyai hak suara dalam musyawarah.

b) Mempunyai hak bicara dalam diskusi, pertemuan, dan musyawarah.

c) Harus mengikuti acara ambalan yang bersangkutan.

d) Berkewajiban menyelesaikan SKU tingkat penegak bantara.

e) Berkewajiban ikut menjaga dan mengembangkan nama baik ambalannya.

Dengan didampingi oleh dua orang pramuka penegak bantara/ laksana sebagai pendamping kanan untuk moral dan pendamping kiri untuk keterampilan.

Penegak Bantara, merupakan pramuka penegak yang telah menyelesaian SKU tingkat penegak bantara dan menaati adat ambalan. Perpindahan golongan dilakukan dengan upacara pelantikan dengan yang bersangkutan mengucapkan Tri Satya dengan suka rela dan berhak memakai tanda pengela penegak bantara. Selama menjadi penegak bantara diberi kesempatan latihan membaktikan diri kepada masyarakat dan membentuk kepribadian yang kuat.

Seorang penegak bantara tetap melanjutkan latihan dan kegiatan lainnya untuk:

a) Menyelesaikan SKU tingkat penegak laksana sehingga dapat dilantik sebagai penegak laksana.

b) Menempuh SKK sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga mendapatkan tanda kecakapan khusus.

c) Mengembangkan bakat dan minatnya di satuan karya pramuka serta menyebarkan tugas pokok Saka sesuai dengan kemampuannya dan Penegak Bantara yang menjadi anggota Saka, tidak meninggalkan gugus depannya.

d) Berperanserta dalam memberikan bantuan kepada kwartir sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada padanya.

Penegak Laksana, merupakan penegak bantara yang sudah menyelesaikan SKU tingkat penegak laksana. Perpindahan golongan dilakukan dengan upacara pelantikan dengan yang bersangkutan mengucapkan Tri Satya dengan suka rela dan berhak memakai tanda pengela penegak laksana. Mempunyai kewajiban untuk memimpin kegiatan bakti untuk Gerakan Pramuka dan masyarakat.

Seorang penegak laksana tetap melanjutkan latihan dan kegiatannya yang dikembangkan untuk:

a) Meningkatkan pencapaian SKK sehingga mendapatkan tanda kecakapan khusus yang lebih tinggi.

b) Memperdalam dan menambah keikutsertaannya dalam satuan karya pramuka

c) Mengikuti kursus yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka.

d) Memberikan kesempatan untuk membaktikan dirinya dengan membantu menyelenggarakan latihan atau kegiatan untuk pramuka siaga atau pramuka penggalang.

e) Berperanserta dalam memberikan bantuan kepada kwartir sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada padanya.

Penegak Garuda, merupakan pramuka penegak laksana yang telah menyelesaikan syarat pramuka garuda digolongan penegak. Berikut syarat untuk menjadi Pramuka Penegak Garuda antara lain :

  1. Menjadi contoh yang baik di gugus depan, di rumah, di sekolah/perguruan tinggi, di tempat kerja, dan di masyarakat sesuai dengan Satya dan Darma Pramuka.
  2. Memahami UUD 1945, UU Gerakan Pramuka, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
  3. Telah menyelesaikan SKU tingkat pramuka penegak laksana.
  4. Memiliki TKK pramuka penegak sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) macam, terdiri dari 5 (lima) TKK wajib dan 5 (lima) TKK pilihan yang ditentukan oleh gugus depannya. Dari kesepuluh TKK tersebut sekurang-kurangnya 3 (tiga) macam TKK tingkat utama dan 5 (lima) macam TKK tingkat madya.
  5. Sekurang-kurangnya telah 3 (tiga) kali mengikuti pertemuan pramuka penegak, di tingkat ranting, cabang, daerah, Nasional, atau internasional.
  6. Dapat menggunakan komputer dan berkomunikasi dengan salahsatu bahasa internasional dengan baik.
  7. Tergabung dalam salah satu satuan karya pramuka.
  8. Dapat menyelenggarakan suatu proyek produktif yang bersifat perorangan/ bersama di gugus depan atau di satuan karya pramuka.
  9. Sebagai penabung yang rajin dan teratur.
  10. Mampu menampilkan kecakapannya di bidang seni budaya, olahraga, ilmu pengetahuan dan teknologi di depan umum.
  11. Dapat melakukan kegiatan pembangunan di lingkungannya mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.
  12. Aktif menjadi asisten/pembantu pembina di gugus depan.

Struktur Organisasi Ambalan Penegak

Ambalan Penegak, terdiri dari 12 sampai 32 anggota pramuka penegak yang dibagi menjadi 3-4 Sangga, menggunakan nama dan lambang yang dipilih sesuai aspirasi dan mengandung kiasan dasar sebagai motivasi hidup ambalan.

Sangga, merupakan kelompok belajar beranggotakan pramuka penegak dengan usia 16 sampai dengan 20 tahun. Jumlah masing masing sangga adalah 4- 8 orang, pembentukan dilakukan oleh sangga masing masing dan nama sangga dipilih dari nama nama berikut :

  1. Perintis.
  2. Pendobrak.
  3. Pencoba.
  4. Pelaksana.
  5. Penegas.
  6. Dewan Ambalan, dewan ambalan terdiri dari :
  7. Ketua yang disebut Pradana.
  8. Sekretaris yang disebut Kerani.
  9. Bendahara yang mengatur keuangan dan harta benda milik ambalan.
  10. Pemangku Adat yakni pemimpin tata cara adat ambalan, pada hakekatnya adalah penjaga kode etik ambalan
  11. Beberapa orang anggota.

Dewan Ambalan Penegak bertugas: Merancang dan melaksanakan program kegiatan. Mengevaluasi pelakanaan kegiatan. Melaporkan pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan kepada pembina gudep. Merekrut anggota baru. Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga. Dewan Kehormatan Penegak, Untuk mengembangkan kepemimpinan dan rasa tanggungjawab serta disiplin para pramuka penegak, dibentuk Dewan Kehormatan Penegak yang terdiri dari beberapa anggota ambalan yang sudah dilantik, diketuai oleh pemangku adat dan didampingi pembina.

Tugas Dewan Kehormatan Penegak adalah memberikan rekomendasi kepada ketua gugus depan untuk:

a) Pemberian penghargaan kepada pramuka penegak yang berprestasi, baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.

b) Pemberian sanksi atas pelanggaran terhadap kode etik ambalan.

c) Pemberian rehabilitasi anggota ambalan penegak.

Pertemuan Dewan Kehormatan Penegak bersifat formal ; Undangan disampaikan paling lama 1 (satu) minggu sebelumnya dan perihal yang akan dibicarakan dicantumkan di undangan tersebut. Peserta yang hadir menggunakan pakaian seragam pramuka. Tempat ditentukan lebih dahulu.

Kegiatan Penegak

Kegiatan pramuka penegak mempunyai prinsip dari oleh dan umtuk pramuka penegak dengan bimbingan dan pengawasan pramuka dewasa. Menantang, berkarakter, dinamis, progresuf dan bermanfaat bagi diri dan masyarakat. Membangkitkan, mendorong, dan mengarahkan serta mengatur dan mengembangkan keinginan/minat, semangat serta keterampilan dan jiwa wirausaha pramuka penegak.

Dengan melalui metode sebagai berikut :

  1. Permainan
  2. Diskusi
  3. Ceramah
  4. Demonstrasi
  5. Lomba
  6. Kerja kelompok
  7. Penugasan pribadi
  8. Perkemahan
  9. Seminar dan lokakarya

Metode kegiatan pramuka penegak dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kesinambungan dan keteraturan, kegiatan yang menarik dan mengandung pendidikan, memanfaatkan sumber setempat yang tersedia. Materi kegiatan pada hakekatnya meliputi semua aspek kehidupan berupa nilai-nilai dan keterampilan. Materi dikemas sehingga memenuhi 4H sebagaimana dikemukakan Baden Powell yakni health (kesehatan jiwa dan raga), Happiness (kebahagiaan yang meliputi 3 indikator yakni: kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran), Helpfulness (tolong menolong/gotong royong), dan Handicraft (hasta karya).

Jenis Kegiatan

  1. Kegiatan di gugus depan antara lain:
  2. Keterampilan
  3. Kewirausahaan
  4. Pelestarian lingkungan hidup
  5. Pramuka peduli
  6. Napak tilas perjuangan pahlawa
  7. Pengembaraan
  8. Forum penegak
  9. Giat prestasi

Kegiatan di kwartir antara lain:

  1. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK)
  2. Kursus Instruktur
  3. Kursus Pengelola Dewan Kerja (KPDK)
  4. Pendidikan Bela Negara (PBN)
  5. Raimuna (pertemuan pramuka penegak dan pandega putra dan putri)
  6. Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)
  7. Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Putri Putra (Musppanitra)
  8. Sidang Paripurna (untuk dewan kerja)
  9. Pelatihan tanggap bencana
  10. Gladian pemimpin satuan
  11. Jamboree on the air and Jamboree on the internet (Jota-Joti)
  12. Pelatihan SAR (search and rescue) Bentuk Kegiatan

Kegiatan Latihan Rutin

Mingguan Merupakan program latihan yang dilaksanakan secara rutin satu minggu satu kali. diawali dengan upacara pembukaan latihan, permainan ringan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman nilai-nilai dan keterampilan, materi penyelesaian SKU, SKK dan SPG dan diakhiri dengan kesimpulan latihan dari materi inti yang disampaikan pada upacara penutupan latihan.

Bulanan/ dua bulanan/ tiga bulanan/ menurut kesepakatan Merupakan program latihan yang dilaksanakan untuk menciptakan suasana latihan yang berbeda dengan latihan rutin mingguan. Latihan ini dapat dilakukan di luar pangkalan gugus depan, misalnya kegiatan bakti kepada masyarakat seperti penyuluhan, kebersihan dan tanggap bencana, dan kegiatan yang bersifat menyenangkan dan menantang seperti: menjelajah (hiking), mendayung  (rowing), memanjat  (climbing), mendaki (mountaineering), teknik bertahan hidup (survival),  orientasi medan (orienteering), berenang (swimming), kegiatan permainan high impact dan low impact, bangunan sederhana (pioneering), pertolongan pertama kedaruratan (first aid), berkemah (camping) dan lain-lain.

Kegiatan Latihan Gabungan Latihan gabungan adalah latihan bersama dengan gugus depan lain, sehingga terdapat pertukaran pengalaman antar-pramuka penegak. Materi kegiatannya dapat sama dengan kegiatan bulanan/ dua bulanan/ tiga bulanan/ menurut kesepakatan.

Kegiatan Satuan Karya Pramuka Pramuka penegak dapat mengembangkan minat dan bakatnya melalui satuan karya pramuka.

Kegiatan Partisipasi Kegiatan partisipasi adalah kegiatan keikutsertaan pramuka dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah/nonpemerintah dan kegiatan luar negeri.

Bersumber pada LAMPIRAN I KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 176 TAHUN 2013 TENTANG POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK.