Satuan Karya Pramuka Bahari ialah wadah untuk Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan- kegiatan nyata, produktif serta berguna dalam rangka menanamkan rasa cinta serta meningkatkan sikap hidup yang berorientasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Saka bahari ialah Satuan Karya yang membidangi bidang Kelautan.

Sejarah Saka Bahari serta Kegiatan Saka Bahari

Luasnya sumber daya alam bahari yang dipunyai menjadikan Indonesia menjadi negeri maritim, yang diketahui semenjak era dahulu kala. Jika dimanfaatkan sebaik mungkin, maka kekuatan bahari ini juga akan menjadi bekal kekuatan bangsa. Kendati demikian, faktor terpenting merupakan sumber daya manusia yang sanggup mengolahnya seoptimal mungkin, membagikan hasil terbaik buat bangsa.

Sejarah Saka Bahari

Indonesia ialah negara dengan gugusan kepulauan yang dikelilingi lautan luas. Sejarah sempat mencatat era keemasan Bahari tempo dulu, tatkala Kerajaan Sriwijaya serta Majapahit sanggup mempersatukan Nusantara, sebaliknya pengaruhnya bisa/ dialami hingga di Madagaskar, Arab dan India di sebelah Barat, Malaya serta negeri Tiongkok di Utara, dan Filipina serta gugusan kepulauan di lautan Pasifik di bagian Timur. Tetapi, sejak kedatangan bangsa Eropa termasuk Belanda yang sudah menguasai nusantara dengan politik devide et impera, hingga sejak awal abad ke XVII, semangat kebaharian kita makin menurun.

Pada tahun 1909 di tingkat internasional telah dikenal istilah “Sea Scouts” yang diadakan oleh kepramukaan Inggris. Pada tahun 1912 Asosiasi Pramuka. Baden Powell mengadopsi Sea Scout. Sehingga Sea Scout kemudian berkembang luas di seluruh dunia, oleh pemerintah Belanda, kepramukaan kelautan diadopsi ke negara-negara jajahannya, termasuk ke Indonesia. Melalui NIPV (Organisasi Kepanduan Milik Pemerintah Hindia Belanda) di dirikanlah “zeeverkenners”. Para tokoh kepanduan nasional pun tergerak untuk mendirikan “Pandu Laut”. Keberadaan Pandu Laut ini terus bertahan hingga Indonesia merdeka.

Pada tahun 1983, terbitlah Instruksi Bersama Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 081 tahun 1983 dan INS/I/Vl/ 1983 tentang Satuan Karya Bahari. Surat keputusan inilah yang kemudian menjadi penanda resmi berdirinya Satuan Karya Pramuka Bahari di Indonesia.

Tujuan Pembentukan Saka Bahari

Tujuan pembentukan saka bahari diharapkan agar para pramuka pandega dan penegak memiliki hal-hal sebagai berikut:

1. Dapat tambahan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kecakapan di bidang kebaharian, yang dapat menjurus kepada kariernya di masa mendatang.

2. Memiliki rasa cinta kepada laut dan perairan dalam berikut seluruh isinya pada khusunya dan rasa cinta kepada tanah air Indonesia pada umumnya.

3. Memiliki sikap dan cara berpikir yang lebih matang dalam menghadapi segala tantangan hidup, terutama menyangkut kebaharian.

4. Mampu menyelenggarakan proyek-proyek kegiatan di bidang kebaharian secara positif berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan minat dan bakatnya serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Untuk menjadi anggota Saka Bahari harus memenuhi syarat-syarat berikut:

1. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
2. Pramuka Penggalang Terap.
3. Pemuda berusia 14-25 tahun, dengan syarat khusus.
Untuk dapat mendaftar sebagai anggota Saka Bahari seorang pramuka harus memenuhi ketentuan-ketentuan berikut:

1. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang telah menyelesaikan SKU tingkat pertama di golongannya (SKU Bantara bagi Penegak atau SKU Pandega).

2. Terdaftar sebagai anggota gugus depan di kwarcab di mana Saka Bahari itu berada.

3. Mendapatkan surat izin orang tua dan dari Pembina Gudepnya.

4. Calon pendaftar Penegak dan calon Pandega dapat mendaftar dengan catatan selambat-lambatnya-nya 6 bulan setelah anggota pramuka dilantik menjadi Penegak Bantara atau Pandega.
5. Sehat jasmani dan rohani.

6. Berminat dan bersedia untuk berperan aktif dalam segala kegiatan Saka Bahari

Krida serta TKK Saka Bahari

Terdapat satuan terkecil dalam Pramuka penegak, satuan terkecil ini dinamakan Sangga, maka satuan terkecil di Satuan Karya Pramuka( tercantum Saka Bahari) disebut Krida. Krida merupakan satuan terkecil dari saka sebagai wadah kegiatan keahlian, pengetahuan, serta teknologi tertentu.

Tiap krida beranggotakan antara 5- 10 anggota pramuka. Saka Bahari meliputi 4 krida, ialah Krida Sumber daya Bahari, Krida Jasa Bahari, Krida Wisata Bahari, Krida Reksa Bahari

Syarat Kecakapan Khusus( SKK) buat Saka Bahari serta Tanda Kecakapan Khusus( TKK) Saka Bahari sudah tata/ diatur melalui Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No: 97 Tahun 1996 tentang Penyempurnaan Syarat- Syarat serta Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebaharian. SKK serta TK Saka Bahari tersebut meliputi:

Krida Sumber daya Bahari, terdiri atas 6 (enam) SKK antara lain:

  • SKK Penangkapan Ikan
  • SKK Alat Penangkap Ikan
  • SKK Budidaya Laut
  • SKK Pengolahan Hasil laut
  • SKK Budidaya Air Payau/Tambak
  • SKK Pertambangan Mineral

Krida Jasa Bahari, terdiri atas 9 (sembilan) SKK antara lain:

  • SKK Listrik
  • SKK Mesin
  • SKK Pengecatan
  • SKK Elektronika
  • SKK Pengelas
  • SKK Perencana Kapal
  • SKK Perahu Motor
  • SKK Pelaut
  • SKK Operator Alat Bongkar Muat.

Krida Wisata Bahari, memiliki 8 (delapan) SKK antara lain:

  • SKK Renang
  • SKK Layar
  • SKK Selam
  • SKK Dayung
  • SKK Ski Air
  • SKK Pemandu Wisata Laut
  • SKK Selancar Angin
  • SKK Penyelamatan di Pantai.

Krida Reksa Bahari, memiliki 7 (tujuh) SKK antara lain:

  • SKK Navigasi
  • SKK Telekomunikasi
  • SKK Isyarat Bendera
  • SKK Isyarat Optik
  • SKK Pelestarian Sumber daya Laut
  • SKK Pengemudi Sekoci
  • SKK SAR di Laut.

Kegiatan-kegiatan dalam Saka Bahari meliputi:

  • Latihan Saka Bahari
  • Perkemahan Bakti Saka Bahari (Perti Saka Bahari)
  • Perkemahan antar Satuan Karya (Peran Saka)
  • Kegiatan khusus untuk kepentingan tertentu, misalnya; Pelayaran, Lingkar Nusantara (Pelamara), Ulang Tahun Saka Bahari, Hari Pramuka, dan sebagainya.
  • Pembinaan potensi diri melalui pengamatan, penelitian dan pengembaraan/ ekspedisi.
  • Diperkenalkan sistem bela negara matra laut.

Lambang Dan Arti Kiasan Saka Bahari

  1. Bentuk segi lima beraturan melambangkan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
  2. Tali melingkar melambangkan persatuan dan persaudaraan yang erat.
  3. Jangkar dan rantai melambangkan kegiatan kebaharian.
  4. Tunas kelapa berpasangan melambangkan Pramuka putra dan putri yang masih murni; disamping mempunyai makna seperti arti lambang Gerakan Pramuka pada umumnya.
  5. Pita yang melambai bertuliskan  SAKA BAHARI melambangkan kejayaan Saka Bahari.

Arti warna dalam lambang Saka Bahari adalah :

  1. Warna dasar biru muda dan biru tua melambangkan langit dan laut yang menggambarkan potensi bahari yang luas dan penuh harapan.
  2. Kuning emas menggambarkan keagungan dan kejayaan.
  3. Putih menggambarkan kesucian dan kemurnian.
  4. Merah menggambarkan keberanian.
  5. Hitam menggambarkan kedalaman laut, ilmu dan keabadian.

Pemakaian Lambang Saka Bahari

  1. Lambang Satuan Karya Pramuka Bahari dikenakan atau dipakai pada waktu mengikuti kegiatan kepramukaan dan selama yang bersangkutan masih aktif sebagai anggota Saka Bahari.
  2. Lambang Saka Bahari ditempatkan pada lengan baju sebelah kiri, kira-kira 3 cm di bawah jahitan pundak bahu, sedangkan pada lengan baju kanan ditempatkan tanda lokasi, dipasang sekitar 4 cm dari jahitan baju.
  3. Lambang Saka Bahari dipakai oleh anggota Saka Bahari, Dewan Saka Bahari, Pamong Saka Bahari, Instruktur Saka Bahari, Pimpinan Saka Bahari dan Majelis Pembimbing Saka Bahari.